Membaca Teks NonSastra dengan Teknik Membaca Cepat (250 kata/menit)

Standar Kompetensi: Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca Kompetensi Dasar : Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (250 kata/menit)

Uraian Materi:

Membaca Cepat Teks Nonsastra Membaca merupakan sebuah keterampilan yang bergantung pada penentuan teknik membaca dan tujuannya. Salah satu teknik membaca yang sering digunakan adalah membaca cepat. Membaca cepat adalah teknik membaca dengan tujuan untuk menemukan dan mendapatkan ide pokok bacaan, serta memahami isi bacaan dengan cepat. Teknik ini dilakukan tanpa membaca secara keseluruhan tetapi hanya sekilas. Hal yang terpenting pada saat membaca adalah konsentarasi.. Usahakan untuk menciptakan suasana membaca yang menyenangkan. Suasana membaca yang menenangkan adalah suasana yang tenang. Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat membaca adalah pemahaman terhadap isi. Jika saat membaca menemukan istilah “asing”, sebaiknya kamu jangan berhenti membaca. Teruskan membaca, tafsirkan makna kata “asing” berdasarkan konteks kalimat. Hindari pula kebiasaan menunjuk kata yang kamu baca atau membaca kata per kata dengan diikuti gerakan kepala (dari kiri kekanan). Sesungguhnya, yang digerakkan saat membaca adalah bola mata, bukan kepala. Oleh karena itu, teruslah melatih gerakan bola mata dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah secara berulang-ulang. Tingkat keberhasilan membaca cepat dinilai dari banyaknya kata yang dapat dibaca (kecepatan membaca) dan pemahaman isi bacaan. Kecepatan membaca dihitung dengan rumus sebagai berikut. Bacalah artikel dibawah ini secara ekstensif ! Drama Politik Bank Century Susno Duadji, Mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri dalam kesaksiannya di depan Pansus Hak Angket Bank Century semakin mempertegas keyakinan berbagai pihak akan adanya modus perampokan pada talangan Bank Century. Dugaan adanya penerima dana yang fiktif terungkap saat anggota pansus, A. Rahmat (F.PKS) menanyakan keberadaan nasabah Makassar (pengusaha bengkel) dan Ciputat (supir taksi). Dalam jawabannya, SD mengakui bahwa ada modus penerima dana tersebut dengan memberi perumpamaan, orang miskin pura-pura kaya, atau orang kaya pura-pura miskin. Kalau memang hal ini terbukti benar adanya, berarti betul apa yang disampaikan oleh Jusuf Kalla bahwa kasus Bank Century adalah murni perampokan oleh pemiliknya sendiri, dalam hal ini Robert Tantular. Bisakah celah ini digunakan oleh pansus dalam merekonstruksi adanya unsur korupsi yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan milyar? Sebab kalau dilihat dari segi efisiensi waktu, tenaga dan biaya, pansus telah bekerja dengan maksimal. Dan ini telah dibuktikan dengan menghadirkan berbagai saksi dengan latar belakang serta ilmu yang berbeda. Hal ini tentu harus ditindaklanjuti pula dengan mengeluarkan rekomendasi terbatas guna menjaga tidak melebarnya masalah sehingga semakin jauh dari tugas utama pansus,dan yang paling penting memuaskan rasa dahaga masyarakat akan keadilan di negeri ini. Drama politik yang tak kunjung berakhir membawa kita pada titik jenuh. Masyarakat ingin segera tahu ada apa dibalik pencairan dana talangan tersebut. Bukan malah berputar terus dengan retorika-retorika politik. Sudah menjadi kebiasaan kita dalam setiap atau hendak mengambil keputusan dalam rapat, terkadang malah berputar pada soal yang sepele. Panggil sana-sini, hadirkan ini atau itu, yang gilirannya tidak ada sama sekali action. Padahal persoalan yang mendesak untuk segera diselesaikan dan tidak bisa menunggu lama lagi. Masih banyak persoalan bangsa yang belum tersentuh akibat begitu besarnya perhatian tersedot pada satu persoalan saja. Pengangguran, kemiskinan, pendidikan dan perumahan adalah beberapa persoalan urgen yang harus segera diatasi.

Latihan

1. Bacalah teks tersebut dengan membaca cepat!

2. Siapkan jam tangan atau stopwatch!

3. Catatlah waktu yang diperlukan untuk membaca teks tersebut!

4. kemukakan gagasan pokok dalam bacaan tersebut !

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: